PROMPT ENGINEERING & ETIKA KECERDASAN BUATAN (AI)
MODUL AJAR: PROMPT ENGINEERING & ETIKA KECERDASAN
BUATAN (AI)
Mata Pelajaran: Konsentrasi Keahlian TJKT / Teknologi Digital
Penyusun: Mutahar, S.Kom., Gr.
Target Peserta: Siswa Kelas XII SMK Industri Jababeka
I.
Apa itu Prompt?
Secara teknis, Prompt adalah
instruksi, pertanyaan, atau teks input yang diberikan oleh pengguna kepada
model AI (seperti ChatGPT, Grok, atau Gemini) untuk mendapatkan hasil (output)
tertentu.
Analogi: Jika AI adalah seorang asisten yang sangat pintar namun
sangat polos, maka Prompt adalah perintah kerja yang Anda berikan.
Semakin jelas perintahnya, semakin bagus hasil kerjanya.
Metode
Perumusan Prompt (Rumus: R-I-K)
Agar hasil AI akurat (terutama untuk
tugas TJKT), gunakan rumus ini:
- Role (Peran):
Beri tahu AI dia harus menjadi siapa. (Contoh: "Jadilah seorang pakar
jaringan Cisco").
- Instruction (Instruksi): Apa yang harus dilakukan. (Contoh: "Buatkan
langkah konfigurasi VLAN").
- Context (Konteks):
Berikan detail tambahan. (Contoh: "Gunakan 3 Switch dan 10 PC, buat
dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami").
II.
Prompt Engineering (Teknik Lanjut)
Sebagai siswa TJKT, Anda harus bisa
mengarahkan AI untuk kebutuhan teknis. Berikut tekniknya:
- Few-Shot Prompting:
Memberikan contoh sebelum meminta hasil.
- Prompt:
"Ini contoh format laporan: [Contoh]. Sekarang buatkan laporan untuk
kerusakan router di Lab 1."
- Chain-of-Thought:
Meminta AI berpikir langkah-demi-langkah.
- Prompt:
"Jelaskan cara kerja DHCP Server secara bertahap agar saya tidak
bingung."
- Delimiter (Pembatas):
Menggunakan tanda petik atau pagar untuk memisahkan instruksi dan data.
- Prompt:
"Rangkum teks di bawah ini yang berada di dalam tanda kurung: (Teks
Berita Jaringan...)"
III.
Etika Penggunaan AI (Penting!)
Teknologi yang besar membawa
tanggung jawab yang besar. Sebagai siswa SMK Industri Jababeka, Anda harus
mengikuti etika berikut:
1.
Akurasi & Verifikasi (Cek Ulang)
AI bisa mengalami Halusinasi
(memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal salah/ngarang).
- Etika:
Jangan telan mentah-mentah jawaban AI. Verifikasi perintah konfigurasi
jaringan dari AI dengan buku manual atau instruksi Guru.
2.
Anti-Plagiarisme & Orisinalitas
Menggunakan AI untuk membantu
belajar diperbolehkan, namun mengakui hasil AI sebagai karya murni tangan Anda
sendiri adalah tindakan tidak etis.
- Etika:
Gunakan AI sebagai alat bantu riset, bukan pengganti otak. Sertakan
catatan jika tugas dikerjakan dengan bantuan AI.
3.
Keamanan Data (Privasi)
Jangan pernah memasukkan data
sensitif ke dalam prompt AI, seperti:
- Alamat IP asli server perusahaan/sekolah.
- Password atau kunci enkripsi.
- Data pribadi (KTP/Alamat rumah).
- Alasan:
Data yang Anda masukkan digunakan oleh AI untuk belajar dan bisa saja
bocor ke pengguna lain.
4.
Bias & Diskriminasi
AI belajar dari internet yang isinya
beragam. Terkadang AI bisa memberikan jawaban yang rasis atau memihak.
- Etika:
Gunakan nalar kritis Anda untuk memfilter jawaban yang bersifat
menyinggung atau tidak adil.
IV.
Studi Kasus untuk Siswa TJKT
Kasus: Anda diminta memperbaiki koneksi internet di sebuah kantor,
tapi Anda lupa perintah dasar di Mikrotik.
- Prompt yang Buruk:
"Tolong perbaiki internet saya." (Terlalu umum).
- Prompt yang Beretika & Efektif: "Jadilah teknisi jaringan. Berikan saya daftar
perintah dasar terminal Mikrotik untuk mengecek status koneksi WAN. Saya
akan memverifikasi perintah ini di simulator sebelum menerapkannya di
router asli."
V.
Tugas Praktikum
- Eksperimen:
Buka ChatGPT/Gemini. Buatlah 2 prompt berbeda untuk menanyakan cara membuat
kabel Cross dan Straight. Bandingkan hasilnya.
- Etika:
Temukan satu jawaban AI yang menurutmu kurang akurat atau aneh, lalu
jelaskan mengapa itu terjadi berdasarkan pemahaman teknis yang kamu
miliki.
Pesan Pak Mutahar: "AI adalah alat (tool), bukan tujuan. Jadilah
teknisi yang mengendalikan AI, bukan teknisi yang dikendalikan oleh AI."
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
(Mutahar, S.Kom., Gr.)
Komentar
Posting Komentar