Sejarah & Asal-Usul Otak Jaringan MikroTik : SMK Industri jababeka
Mundur Selangkah: Sejarah & Asal-Usul Otak Jaringan MikroTik
SMK Industri Jababeka • Oleh: Mutahar, S.Kom., Gr.
Assalamualaikum wr.wb...
Anak-anakku Kelas XI TKJ SMK Industri Jababeka yang luar biasa. Kemarin kita sudah kenalan dengan apa itu MikroTik, cara kerja RouterOS, bahkan kita sudah sempat login perdana pakai Winbox. Nah, hari ini kita mundur selangkah dulu. Kita akan bahas sesuatu yang sering kalian sepelekan di buku catatan, tapi wajib kalian tahu sebagai calon teknisi jaringan yang kompeten: Sejarah dan Asal-usul MikroTik.
Kenapa kita harus belajar sejarahnya? Supaya kalian tahu bahwa teknologi hebat yang kita pakai di lab hari ini tidak lahir begitu saja. Ada perjuangan, ada ide gila, dan ada peluang industri di baliknya. Dan siapa tahu, setelah membaca ini, ada dari kalian yang terinspirasi buat bikin sistem operasi jaringan sendiri di masa depan. Amin!
1 Berawal dari Sebuah Negara Kecil bernama Latvia
Kalau saya tanya, MikroTik itu buatan Amerika? Bukan. Buatan Jepang atau China? Bukan juga.
MikroTik ini lahir di sebuah negara kecil di Eropa Utara bernama Latvia, tepatnya di ibu kotanya, Riga. Kejadiannya tahun 1996—mungkin sebagian besar dari kalian belum lahir, bahkan ada yang orang tuanya baru kepikiran mau nikah.
Pencetusnya adalah dua orang jenius bernama John Trully dan Arnis Riekstins.
Bayangkan John dan Arnis ini seperti kalian saat ini: anak muda yang hobi ngoprek komputer, melihat sebuah masalah di lingkungan sekitar, lalu tertantang buat cari solusinya.
Saat itu, internet baru mulai berkembang. Masalahnya, perangkat router yang ada di pasaran saat itu harganya mahal sekali (didominasi oleh vendor besar seperti Cisco). John dan Arnis punya ide gila: "Kenapa kita nggak bikin sistem operasi yang bisa mengubah komputer (PC) biasa menjadi router yang tangguh, tapi harganya murah?"
Dari ide "merakyat" itulah, perusahaan bernama Mikrotīkls (yang artinya "Jaringan Kecil" dalam bahasa Latvia) resmi berdiri.
2 Evolusi MikroTik: Dari PC Router ke Perangkat Keras
Kalian harus tahu, di awal kemunculannya, MikroTik itu tidak menjual alat/hardware seperti kotak RouterBoard hEX lite atau RB941 yang ada di meja lab kita sekarang. Mereka cuma jualan software bernama RouterOS.
Dulu, kalau orang mau pakai MikroTik, mereka harus ambil PC jangkrik (komputer bekas), lalu diinstal RouterOS menggunakan disket atau CD. PC bekas itu dipasangin banyak kartu jaringan (LAN Card), lalu ditaruh di tower-tower jaringan. Sistem ini sangat membantu penyedia internet (ISP) kecil saat itu karena modalnya murah banget.
Lama-kelamaan, John dan Arnis sadar kalau pakai PC itu repot. Ukurannya besar, boros listrik, dan gampang rusak kalau ditaruh di atas tower luar ruangan. Akhirnya, pada tahun 2002, MikroTik mulai memproduksi perangkat keras mereka sendiri yang ringkas, hemat daya, dan tangguh. Perangkat keras itu diberi nama RouterBoard.
3 Masuknya MikroTik ke Indonesia (Fakta Menarik)
Ini informasi yang jarang ada di buku teks, tapi penting buat kalian anak Jababeka. MikroTik itu bisa booming banget di Indonesia berkat jasa seorang tokoh IT bernama Rifki Afrianto (almarhum).
Sekitar tahun 2001-2002, beliau yang pertama kali membawa dan mengenalkan sistem MikroTik ini untuk membangun jaringan RT/RW Net dan warnet-warnet di Indonesia. Karena karakternya yang hemat bandwidth, murah, dan fiturnya lengkap (ada bandwidth management-nya), MikroTik langsung jadi "primadona" di Indonesia sampai detik ini.
Fakta Lapangan: Hampir seluruh perkantoran, sekolah, hingga industri di kawasan Jababeka ini rata-rata menggunakan MikroTik untuk mengelola jaringan lokal mereka.
4 Kenapa Sejarah Ini Penting buat Kalian, Anak XI TKJ?
Sebagai siswa SMK Industri Jababeka, kalian dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja atau wirausaha. Pelajaran moral dari sejarah MikroTik ini adalah: Inovasi itu tidak harus selalu dimulai dengan modal yang mewah.
John dan Arnis memulai MikroTik dari sebuah ruangan kecil dengan memanfaatkan komputer-komputer biasa. Tapi karena mereka fokus pada fungsi dan efisiensi, produk mereka sekarang dipakai di seluruh dunia, termasuk di lab sekolah kita.
Jadi, kalau nanti di industri kalian menemukan perangkat jaringan yang terbatas, jangan langsung menyerah atau mengeluh. Gunakan logika jaringan kalian. Ingat kata saya kemarin: perangkat bisa berganti, tapi logika routing dan firewall akan tetap sama.
Oke, itu sedikit cerita latar belakang si "Otak Jaringan" yang sedang kita pelajari. Sekarang, silakan kembali fokus ke layar monitor masing-masing. Buka Winbox-nya, kita akan lanjut mempraktikkan bagaimana konfigurasi dasar agar RouterBoard kalian bisa terhubung ke internet luar.
Sampai di sini, ada yang mau ditanyakan tentang sejarah John dan Arnis ini? Atau ada yang bercita-cita mau bikin "SmkijOS" saingannya MikroTik? Silakan tulis di lembar diskusi atau langsung angkat tangan di kelas!
Sekian penjelasan singkat dari saya tentang sejarah MikroTik.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Komentar
Posting Komentar